Hai pembaca blog, apa kabar??? Pasti kangen kan??? Iya, bukan bukan… gue tau pasti bukan kangen gue… maksudnya mungkin lagi pada kangen gebetan, kangen mantan, atau kangen siapapun yang pengen ditemuin kan? Ahayyyyy hahaha *baru mulai udah heboh sendiri*

Selamat tanggal 25 Februari 2016!!!!!

Gue yakin hari ini pasti punya makna tersendiri di hati setiap orang-orang hebat, karena buat orang-orang keren kaya pembaca blog gue, waktu pastilah jadi elemen terpenting untuk selalu disyukuri sebagai berkah dari Sang Penyayang.

Begitu juga dengan gue. Tepat di hari ini, tanggal 25 Februari 2016 adalah tanggal ulang tahun gue yang ke-24. Iya, gue lahir di Bandung tahun 1992 silam. Umur yang ga muda lagi buat punya gebetan dan umur yang belum terlalu tua buat minum susu tulang setiap hari.

Tapi umur ini….. cukup membuat khawatir.

Gue inget banget waktu SD, ngeliat orang yang kerja dengan usia kisaran 20, gue anggap itu udah gede banget. Waktu dimana seseorang udah ga lazim lagi main buat petak umpet apalagi main ibu-ibuan (biasanya di umur-umur ini, cewek-cewek udah pada jadi ibu beneran). Beberapa tahun lalu, waktu gue lulus dari FHUI, umur gue 20 tahun dan ga lama setelah wisuda gue berulang tahun yang ke-21. Adanya penambahan digit di belakang angka “2” sejak tiga tahun yang lalu bikin gue was-wasan. Pertanyaan-pertanyaan kampret menghinggapi gue seperti,

“Aduh gimana nih? Abis kuliah ngapain nih?”

“Kalau ditanya kapan nikah jawab apa ya….. gebetan aja ga punya…..”

“Mau S2 apa kerja dulu? Bingung banget ini ya Allah gimana ya baiknya?”

Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang bernada menghawatirkan muncul di otak gue setelah menginjak usia 21 tahun. Di umur gue yang ke-22, gue rasanya mau terjun aja dari pegunungan Himalaya, karena pencapaian-pencapaian yang gue inginkan ga ada yang terwujud.

Di umur 22 tahun gue pindah kerja dan profesi sebanyak 3 kali ga jelas apa maunya, gue belum juga punya pacar, dan gue mengurungkan niat gue untuk S2. Gue ngerasa kaya orang gila yang ga punya arah dan tujuan. Banyak yang bilang 20 something selalu bikin pusing. Di beberapa postingan blog gue sebelumnya, gue pun mengutarakan beberapa pengalaman yang gue balut sebagai pembelajaran. Tapi akan kerasa sih kalau sepanjang tahun 2014 gue banyak banget galaunya, walaupun ga sedikit juga kebahagiaan dateng di hidup gue.

Setelah mengalami penggalauan akut, di ulang tahun gue yang ke-23 gue mencoba lebih relax dan tenang. Hal yang aneh adalah karena gue suka angka ganjil, waktu gue sadar 25 Februari 2015 lalu adalah ulang tahun gue yang ke-23, ga tau kenapa gue tiba-tiba semangat. Semacam ada dorongan kalau gue pasti bisa lebih baik dari umur 22. Gue pun sering komat-kamit baca mantra yang gue bikin sendiri dalam hati yang menegaskan kalau gue ga boleh takut karena gue udah gede. Kira-kira gini mantranya,

“Ayo mut. Ga boleh manja, yailah gini doang. Inget lo udah gede, jangan cengeng, jangan baper ga jelas. Face it or you will kill yourself.”

Di berbagai tantangan yang gue laluin, gue sering banget pake mantra dengan kalimat yang mirip-mirip dengan kalimat yang gue tulis di atas, walaupun ga jarang ada penambahan kata-kata seperti,

“Malu sama Alif, dia umur 3 tahun aja sekarang kalau jatuh udah ga nangis.”

“Lo harus nyontoh Kafka (Keponakan gue yang umurnya 2 tahun), dia bisa tuh santai aja kalau ga dapet apa yang dia mau. Hidup mah chill aja keleus.”

atau yang paling aneh waktu itu pernah gue galau nentuin sesuatu dan mantra gue ditambah dengan,

“Muthia jangan kaya cewek ah galau mulu!”

Terus pas gue inget-inget…. Lah, gue kan emang cewek…. Kalimat itu jelas ga pernah gue pake lagi sebagai mantra yang bisa gue pakai untuk menghadapi masalah.

Tapi di umur 23 tahun kemarin, gue merasa lebih kuat secara batin, lebih semangat, lebih percaya diri, dan tentunya lebih cute daripada sebelumnya (,elihat bentuk perut yang bundar sempurna). Gue merasa gue tumbuh bukan karena gue sendiri. Tapi karena gue mengumpulkan energi-energi hebat di sekeliling gue buat mendorong gue menjadi lebih baik.

Di kesempatan kali ini, di postingan blog gue kali ini, tepat di umur gue yang baru aja genap 24, umur yang gue sendiri sebenarnya khawatir tapi izinkanlah gue berterima kasih untuk semua energi yang mengelilingi gue selama beberapa tahun khususnya setahun belakangan ini. Karena katanya kalau kita bersyukur, nikmatnya bakal dikasih lebih dan lebih banyak lagi. Oleh karena Sang Penyayang dengan segala kuasaNya mengantarkan orang-orang baik di sekeliling gue buat punya energi terhebat yang gue punya selama hidup sampai hari ini, izinkanlah gue hari ini bersyukur dengan cara berterima kasih untuk pengantar-pengantar energi terbaik selama ini.

Karena menurut gue ga ada yang lebih manis dari ulang tahun yang penuh kebahagiaan karena rasa syukur, hari ini, tepat umur 24 tahun, si Muthia yang biasa-biasa aja ini akan mengucapkan rasa syukurnya untuk orang-orang terbaik sepanjang hidupnya sampai hari ini

Mama

Sebenernya hari ini ga mungkin bisa aku rayain sendiri, sebenernya hari ini adalah prestasi yang harus selalu diingat oleh mama yang telah melahirkan Muthia ke dunia. Makasih ya ma, karena lewat Rahim terbaik yang penuh kasih dan sayang, Allah telah menitipkan Muthia dan telah mama rawat sebaik-baiknya. Harusnya setiap ulang tahun, orang ga cuma ngucapin selamat ulang tahun ke yang ulang tahun, tapi juga ngucapin selamat ke ibu dari yang ulang tahun. Karena beberapa tahun silam, mama sudah berhasil bertaruh nyawa, menjadi pahlawan terbaik untuk memperjuangkan Muthia hadir di dunia, dan menjaga Muthia yang sampai sekarang Muthia masih belum bisa jaga dirinya sendiri. Makasih ya Ma, sampai kapanpun setiap tanggal 25 Februari akan selalu Muthia rayakan sebagai hari terbaik untuk kita berdua. Iya, kita berdua.

Papa

Setelah bokap gue meninggal 3 tahun yang lalu, setiap tanggal 25 Februari, gue ga pernah lagi dapet kado super awesome dari rumah. Karena dari gue kecil, cuma bokap yang selalu merayakan ulang tahun sebagai hari yang besar dan patut bersenang-senang. Cuma bokap gue yang selalu beliin kado yang bener-bener gue pengen dan ngasih surprise tengah malam sambil bawa kue dan lilin. Bokap gue kalau ngasih surprise biasanya mukanya jauh lebih bahagia daripada gue yang dikasih surprise. Jadi gue yang dikasih surprise seringkali kalah heboh sama bokap gue. Beliau selalu tahu gimana caranya bikin gue senang sampai melimpah ruah. Tapi kemarin, sehari sebelum gue ulang tahun gue nyamperin makam bokap gue, gue cerita panjang sama beliau dan bilang kalau sebentar lagi umur gue 24. Ga tau kenapa setelah cerita ke bokap gue, gue ngerasa bokap gue tetap bakal ngasih kado terbaik ke gue dengan isyarat udara kalau in shaa Allah beliau baik-baik saja dan bahagia di sana sepanjang gue di sini selalu bahagia. Beliau selalu jadi ayah Juara 1 di dunia buat gue. Makasih ya Pa.

Uda, Baban, Kak Tika, Mba Rena, Alif, Kafka

Apalah Muthia tanpa keluarganya yang unyu dan hangat ini. Tanpa support dari kakak-kakak yang sebagai anak bungsu emang gue banyakan dimarahin dan dinasihatin ini-itu, tapi gue yakin, mereka adalah orang-orang pertama yang tulus mau membahagiakan gue dan sayang sama gue apapun kondisinya. Begitu juga Alif dan Kafka, mereka yang masih kecil, lugu, dan apa adanya selalu jadi inspirasi, semangat, bahkan guru buat gue sampai seringkali nama mereka gue sebut sebagai mantra penyemangat gue hahaha

Nana

I can’t live without her for sure. Gue dikenal sebagai orang yang extrovert, karena kalau ngomong yaudah ngomong aja. Gue ga kaliatan pendiem walaupun aslinya pemalu (pasti pada ga percaya). Gue keliatan bisa ngomong apa aja dengan siapa aja. Tapi sebenernya selalu ada sisi lain dari setiap orang (kemudian gue kaya presenter infotainment).

Sejak gue bercita-cita menjadi penjaga kebahagiaan buat banyak orang di tahun lalu, gue berusaha seminimal mungkin untuk nunjukin rasa sedih, galau, kecewa ke orang lain. Gue mau senyum-senyum dan ketawa-ketawa aja kalau orang ngeliat gue (oke besok-besok gue bisa dimasukin rumah sakit jiwa). Karena sebenernya gue bukan tipe yang gampang cerita masalah yang amat sangat pribadi dan rahasia. Perlu ditanya beberapa kali sampe akhirnya gue mau curhat melimpah ruah ke orang lain. Dan satu-satunya orang yang tanpa gue pikir panjang selalu gue percaya dan gue selalu bisa jadi diri gue sendiri adalah…. Nana, sahabat yang gue temukan di kaki gunung—tepi laut–jantung kota Jakarta 2 tahun yang lalu. Sebaik-baiknya sahabat adalah sahabat yang mengingatkan kita tentang Sang Pengasih tanpa menggurui, mendengarkan tanpa diminta, menjaga tanpa kenal waktu, dan membantu mewujudkan mimpi-mimpi tanpa menghakimi, menutupi kekurangan sahabatnya tanpa terkecuali.

Gue sebagai manusia yakin ga akan pernah jadi sempurna, tapi punya sahabat sebaik Nana bikin gue selalu merasa telah disempurnakan. I owe her for many times and I promise, as long as I can, I will give my best for her. Dek, thank you for everything. Btw ini yang no. 3 hahaha

 Ires

My kampret best friend. Dia selalu jadi wise kalo lagi dengerin cerita gue dan berubah jadi ga wise kalau dia yang lagi cerita. Ya emang hidup gitu ya harus saling melengkapi wkwkwk tapi gue selalu beruntung punya 911 kaya si neneng ini. Sahabat gue dari kuliah yang tanpa gue ngomong apa-apa doi udah ngerti maunya gue apa. Yang paling gemes adalah dia selalu ngedukung semua hal yang mau gue lakuin walaupun banyak orang bilang gue absurd banget dan hal yang paling cute adalah waktu dia bilang dia kagum sama gue selesai nonton gue manggung teater. Padahal dia gatau aja kalau gue kagum sama dia berkali-kali lipat jauh sebelum dia bilang kagum sama gue. Punya Ires, bikin gue ngerasa aman. Karena walaupun semua orang bilang gue absurd, cuma dia yang bilang “enjoy the little things.” I LOVE YOU NENEEEENNGG :*

Rifan

Perempuan mana yang ga bahagia punya kekasih sebaik ini (ahayyyy, minta dicengin). Walaupun banyak juga cekcok unyunya, tapi sama Rifan, gue selalu ngerasa jadi perempuan paling hebat di dunia. I got his love in my life. That’s enough. KYAAA *udah jangan terlalu romantis yah khusus yang ini. Karena pertama belum muhrim, yang kedua nanti kalo pembaca blog ada yang jomblo kalian malah banting hp/laptop pas baca blog ini, gue mencoba menjaga perasaan kalian* hahahaha I love you.

Gian dan Adek

They are insane…… Gue awalnya agak pesimis kalau bisa punya partner bisnis yang asik banget, tapi Allah Maha Baik. Ternyata gue malah dapet orang-orang gila yang super lovely buat ngewujudin mimpi sama-sama. Dan mereka adalah sepupu-sepupu terdekat gue sendiri. Buat gue semua hal yang berat sekarang ga pernah lagi jadi terlalu berat, karena kita sama-sama. Kalau gue pusing Gian dan Adek ga pernah hitung-hitungan buat saling bantu. Bareng sama mereka jugalah, akhirnya gue jadi mendaulatkan diri sebagai “Cantique”. Gue sebagai Muthia, sepupu meraka yang cute ini juga akan berusaha sekeras mungkin buat ngedukung, ngejaga, dan ngasih yang terbaik buat Gian dan Adek. Thank you for your support and kindness. Mudah-mudahan apa yang kita perjuangkan sama-sama bisa membuahkan hasil yang luar biasa ya bebe-bebeb. Contoh: beli private jet, biar ga kalah sama Syahrini. Aamiin ya Rabb hehehe

Rentak Harmoni (RH)

Dari sekian banyak naik turunnya hidup gue, RH sangat berpengaruh secara psikologis buat gue selama gue berumur 23 tahun lalu. Dari RH gue sangat banyak belajar dan merasakan bahagia juga syukur yang sempurna. Selebihnya tentang RH, akan gue share di postingan blog gue berikutnya ya. I love you RH :*

LogikaRasa

Pertama kalinya gathering pencerita beberapa bulan lalu, merekrut sukarelawan untuk jadi pengurus, dan memperbaiki website. GUE TAMBAH GA SABAR MELIHAT KOMUNITAS INI MENJADI TUMBUH, BERMANFAAT, DAN MENJADI BESAR. Logika Rasa juga menjadi lokomotif penyemangat yang membara buat gue untuk terus nulis 😀

Saudara, Teman, Kerabat

Semua yang namanya selalu ada di hati gue. Pastilah namanya juga ada di contact hp, whatsapp, dan line gue. Juga kita berteman di fb, twitter, apalagi path. Mungkin kita juga saling follow di instagram dengan saling mengomentari postingan satu sama lain. Sadar atau tidak sadar, Saudara, Teman, dan Kerabat inilah yang membuat gue merasa sangat hidup di dunia nyata walaupun mungkin lebih sering bertemu di dunia maya. Tapi tanpa kalian, hidup ga mungkin dibikin jadi lebih santai. Support yang spontan mengajarkan gue bahwa semangat selalu bisa disebarluaskan, juga berkat saudara, teman, dan kerabat….. dunia selalu terasa menyenangkan dan baik-baik saja. Keep in touch ya siapa aja yang mau keep in touch sama gue (terderngar desperate tapi serius wkwkwk). Terima kasih juga untuk saudara-saudara, teman-teman dan kerabat yang telah mengucapkan selamat ulang tahun dan mendoakan. Kalian romantis banget siiihhh. I love you :’’’)

Kamu

Kamu, pembaca blog yang bikin Muthia akhirnya menulis lagi setelah berdiam diri di blog ini karena sibuk sendiri. Terima kasih karena selama ini sudah membaca, mengomentari, mungkin juga membagikan link postingan di blog ini kepada orang lain, dan yang paling penting mau menunggu si Muthia ini menulis lagi sehingga kamu sekarang sedang membaca blog ini. Usia 24 tahun ini, akan dijadikan momentum oleh Muthia untuk lebih banyak berkarya lagi. Semoga bisa terus membahagiakan pembaca blog dan setiap tulisan ini menjadi sumber yang bermanfaat bagi pembaca blog tersayang. Percaya atau tidak, melalui blog ini, dengan kamu (pembaca blog terkasih), si Muthia sedang merayakan ulang tahunnya. Bersyukur sedalam-dalamnya bahwa tulisannya bisa menjadi koneksi. Dan setiap senyum atau perasaan bahagia yang kamu dapatkan sepanjang dan setelah membaca blog ini, telah si Muthia jadikan kado terbaik di hari Kamis, 25 Februari 2016 ini.

Terima kasih karena Sang Pengasih masih memberikan waktu sejauh ini. Terima kasih karena di hari ini Muthia merayakan ulang tahunnya dengan peristiwa paling mewah, yaitu bersyukur dengan berterima kasih kepada semua yang telah berbaik hati membuat Muthia menjadi orang yang berulang tahun paling bahagia hari ini.

Mohon doa juga Sabtu ini si Muthia akan melakukan salah satu ikhtiar untuk menyempurnakan separuh agamanya. Cerita selengkapnya…..

Sampai jumpa di postingan blog berikutnya….. Cheers! 😀

One Response to Tepat Dua Puluh Empat
  1. Selamat ulang tahun Muthia Zahra Feriani, penerbar senyum, semangat dan bahagia..Semoga semakin berkah kehidupannya, untuk diri sendiri dan orang banyak. Amiin Ya Raab.


[top]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *