Tag Archives: Flash Fiction

Di lorong stasiun aku berjalan terkulai tak berdaya, menahan segala amarah yang sudah lama aku bawa kemana-mana. Kini berganti aku yang meninggalkannya dan seperti ada rasa bangga sekaligus sesal yang bergemuruh dalam dada. Sebelum aku naik kereta api ke Yogyakarta, ia berlari dengan bertemankan keringat yang mengucur di ujung dahinya. Ia yang menghampiriku tanpa berkata […]

Ada bagian yang tidak sampai di sela-sela hari yang terlambat. Aku sudah berulang kali memakai hati setegar karang sebagai jimat yang tak sempat aku lihat kesaktiannya. Sudah berulang kali terperangkap namun aku membiarkannya. Karena ku rasa percuma keluar dari tempat yang membuatku sudah merasa cukup. Sempat aku berpikir jangan-jangan sudah selesai semua kesempatan untuk meneruskan […]