Tag Archives: Fiksi

Satu. Dua.. Tiga… Sudah tiga tahun, bukan waktu yang sebentar untuk sekadar mengenal, setidaknya bertukar cerita, dan menitipkan rasa satu sama lain. Sudah tiga tahun juga aku diberikan predikat sepihak oleh orang di luar aku sebagai seorang “Peragu”. Mungkin karena seharusnya sebagai seorang manusia biasa, aku begitu merasa berharga dan mudah tersanjung ketika ada yang […]

Dibalik Diam Bisa Jadi Ada Usaha yang Paling Mulia Setiap Rabu, gedung kesenian di pinggir sudut Jakarta adalah tempat terbaik untuk merefleksikan yang tak terdengar. Di sini ada puluhan penari muda yang memperlihatkan kebahagiaan mereka dalam mengatur gerak menjadi keindahan. Dulu aku sama seperti mereka, di panggung kecil berukuran 6×3 meter aku berusaha sekuat tenaga […]