All posts by: muthiazf

About muthiazf

Gak banyak yang tahu, dari kecil sebenernya gue anaknya bener-bener pemalu. Gak percaya kan? Iya, kalau gue ngeliat gue yang sekarang, gue juga suka gak percaya wkwkwk tapi begitulah kenyataannya. Saking pemalunya akhirnya begitu gue bisa nulis, gue jadi lebih sering menuangkan apa yang ingin gue sampaikan melalui tulisan, karena malu kalau nyampein langsung. Hal […]

Hai dunia maya dan teman-teman realita yang membaca! Kembali lagi bersama……………akuuuu *ngeselin banget, sok imut* ihiiiyyy hahahaha. Apa kabar semuanya? Semoga semuanya bahagia ya dan ga ada yang bete di hari Minggu. Karena ke-bete-an mungkin akan terjadi di hari Senin dan seterusnya, jadi khusus hari libur sebaiknya jangan! Hahaha Okay, seperti postingan blog yang sebelumnya […]

Hallo dunia maya dan teman-teman realita! Apa kabar semuanya? Udah lama gue ga curhat-curhat asik (versi gue) di blog ini karena keasikan nulis Percaya Cinta dari kemarin. Udah pada baca belum? Kalau belum baca yuk ;))) hehehe Jadi hari ini adalah hari yang cukup gila karena ada 3 meeting dan harus muter-muter Jakarta sendirian. Kalau […]

Kenyataan adalah ramuan setiap khayalan Tepat sehari setelah pesta kebahagiaan, saat sarapan berdua, Maudy dan Dafi bertukar tumpukan kertas yang sama-sama dibungkus dengan amplop biru. Mereka membaca setiap kata di dalamnya sambil sesekali saling memandang. Selepas membaca, keduanya tersenyum dan dalam-dalam bersyukur memuji indahnya takdir yang menghampiri. “Jadi ternyata selama ini kita sudah ada telepati?”, […]

Setiap hari dalam kehadiran makna waktu yang tak terpisahkan Banyak orang mengagungkan impian sebagai landasan dalam mempertahankan hidupnya Banyak sekali mereka yang berjalan Tidak sedikit yang sudah berlari Semata-mata hanya untuk memperlihatkan kesungguhan Dan tak jarang ada yang harus rela mati demi menggapai apa yang dicita-citakan   Adilkah semua yang dilakukan oleh manusia? Haruskah semua […]

Kekhawatiran lebih sering menghampiri manusia yang sedang sendiri Tak ada yang sederhana dari putus cinta. Setelah sendiri lagi, aku diharuskan oleh keadaan untuk memulai ulang pencarian. Entah untuk kebutuhan hasrat ku sebagai manusia atau untuk memuaskan anggapan status sosial (tentang perempuan yang berumur di atas 20 tahun sebaiknya tidak sendirian). Karena tidak mungkin jika aku […]